UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Biarawati Katolik ditahan terkait bunuh diri siswi di India

Pebruari 9, 2024

Biarawati Katolik ditahan terkait bunuh diri siswi di India

Seorang anggota gerakan keagamaan dengan tato nama dewa Hindu Ram di wajahnya terlihat dalam festival tahunan di Chhattisgarh pada 20 Januari. Negara bagian di India tengah ini menyaksikan kekerasan terhadap umat Kristen. (Foto: AFP)

 

Pengadilan India telah mengembalikan seorang biarawati Katolik ke tahanan pengadilan karena dugaan perannya dalam bunuh diri seorang siswi di bawah umur di negara bagian India tengah.

Polisi di Negara Bagian Chhattisgarh menangkap biarawati itu pada 7 Februari dan membawanya ke pengadilan setempat di Ambikapur, sebuah kota besar di Distrik Sarguja di negara bagian tersebut.

Suster Mercy (yang hanya disebut satu nama) dituduh bersekongkol dengan pelaku bunuh diri, sebuah kejahatan yang dapat dihukum dengan hukuman 10 tahun penjara atau penjara seumur hidup.

Penangkapannya terjadi setelah seorang siswi kelas 6 Sekolah Karmel di Ambikapur melakukan bunuh diri pada 6 Februari malam. Biarawati itu mengajar di sekolah.

Siswa tersebut, yang bunuh diri dengan cara digantung di kipas angin di langit-langit  rumahnya, menuduh biarawati tersebut menyiksa dia dalam sebuah catatan bunuh diri. Polisi menemukan catatan tersebut.

“Belum jelas apakah surat bunuh diri itu asli. Namun tuduhan terhadap biarawati itu adalah palsu,” kata Pastor Lucian Kujur, direktur pendidikan di Keuskupan Ambikapur.

Memang benar biarawati itu telah mengambil kartu identitas gadis itu dan memintanya untuk membawa orangtuanya keesokan harinya karena dia tidak masuk kelas, kata pastor itu.

“Dia (siswi) bersama empat gadis lainnya tetap berada di toilet daripada mengikuti pelajaran,” kata imam itu.

“Ketika biarawati itu melihat mereka, dia mengambil kartu identitas mereka dan menyerahkannya ke kantor,” tambah pastor itu.

Suster Mercy tidak terlibat dalam mengajar gadis itu dan tidak ada keluhan seperti itu terhadapnya, tambah pastor itu. Lebih dari 8.000 siswa belajar di sekolah tersebut

Kelompok Hindu radikal melakukan protes di depan sekolah, menuntut penangkapan biarawati dan kepala sekolah.

“Sekolah saat ini ditutup dan kepolisian dikerahkan. Kami berharap segera dibuka kembali,” kata Pastor Kujur.

Chhattisgarh menyaksikan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap umat Kristen tahun 2022 ketika lebih dari 1.000 masyarakat adat diusir dari rumah-rumah mereka di wilayah Bastar.

Negara bagian tersebut, yang saat ini dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata pro-Hindu dan dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, mencatat jumlah kekerasan tertinggi terhadap umat Kristen tahun 2022, kata United Christian Forum, sebuah forum ekumenis yang melacak persekusi terhadap umat Kristen di India.

Partai yang berkuasa telah mengumumkan rencana untuk mengubah undang-undang anti-konversi yang ketat di negara bagian tersebut dengan ketentuan hukuman penjara yang diperpanjang.

Umat Kristen hanya berjumlah 2 persen dari sekitar 30 juta penduduk di negara bagian itu  dan lebih dari 80 persen beragama Hindu, termasuk masyarakat adat, yang dikelompokkan dalam agama Hindu berdasarkan Sensus India.

Sumber: Catholic nun detained over girl students suicide in india

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi