UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kemegahan pembukaan kembali Katedral Notre Dame

Pebruari 9, 2024

Kemegahan pembukaan kembali Katedral Notre Dame

Ayam jago emas berisi relikwi diangkat dengan derek untuk dipasang di puncak menara Katedral Notre Dame sebagai bagian dari rekonstruksi di pusat kota Paris pada 16 Desember 2023. (Foto: AFP)

 

Pembukaan kembali Katedral Notre Dame, yang dijadwalkan pada 8 Desember, akan menjadi “perayaan dan syukur selama enam bulan,” kata Uskup Agung Paris dalam Surat Gembalanya.

Katedral ikonik ini akan dibuka kembali lima tahun 10 bulan setelah kebakaran hebat pada April 2019.

Uskup Agung Laurent Ulrich memberikan beberapa rincian dalam suratnya tertanggal 2 Februari tentang seperti apa pembukaan kembali katedral itu, dan menekankan ini bukan perayaan satu hari tetapi sukacita selama beberapa bulan.

Uskup agung itu mengumumkan “perayaan pembukaan kembali Notre Dame ini layak dirayakan 8 hari (8-15 Desember), setiap hari, kita akan mengadakan perayaan  dengan tema tertentu.”

Namun,  perayaan “pembukaan kembali” katedral itu  akan berlangsung hingga 8 Juni, saat Pentakosta jatuh tahun 2025. Dengan cara ini, kata uskup agung itu, “banyak orang akan bisa mengatakan: ‘Saya hadir pada perayaan pembukaan kembali!'”

“Faktanya, harus diingat bahwa jumlah kursi di katedral tidak terlalu banyak: Notre Dame jelas bukan gereja terbesar di Paris!” kata Uskup Agung Ulrich.

Pada akhir November, prosesi pengembalian patung Santa Perawan Maria ke katedral akan berlangsung di jalan-jalan ibu kota Prancis. Saat ini bertempat di gereja Saint-Germain l’Auxerrois, tepat di seberang jalan dari Istana Louvre.

Patung yang diberi nama Santa Perawan Maria Pilar, atau Santa Perawan Maria Paris, berasal dari pertengahan abad ke-14. Di sebelahnya, di dalam Katedral Notre Dame, penyair dan diplomat Prancis terkenal Paul Claudel tiba-tiba masuk Katolik pada Hari Natal tahun 1886.

Perayaan pembukaan kembali katedral akan dimulai pada 7 Desember, dengan perwakilan negara Prancis, pemilik katedral, secara resmi menyerahkan Notre Dame kepada uskup agung Paris – “penerima haknya adalah Gereja Katolik”, kata surat itu.

Acara tersebut akan mencakup “kebangkitan organ”, yang dipulihkan sejak kebakaran, diikuti dengan “perayaan liturgi dengan pemberkatan, Magnificat atau ‘Te Deum,’ lalu ibadat malam.”

Misa pertama akan dirayakan di Notre Dame pada 8 Desember, hari ketika altar baru akan diresmikan. Altar perunggu sederhana, dengan bentuk melebar  dirancang oleh Guillaume Bardet.

Berbasis di selatan Lyon, Bardet dipilih dari 70 kandidat yang bersaing untuk proyek tersebut. Ia juga bertanggung jawab atas perabotan lainnya, tempat pembaptisan,  mimbar dan tabernakel.

Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda akan dirayakan di katedral yang dibuka kembali pada 9 Desember, satu hari lebih lambat dari pesta sebenarnya.

“Kita akan bersukacita merayakan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, yang dirayakan liturgi tahun ini pada 9 Desember pada Minggu Adven Kedua,” tulis prelatus itu.

Uskup Agung Paris memberikan penghormatan khusus dalam suratnya atas kemurahan hati semua orang yang menyumbangkan dana untuk rekonstruksi katedral, baik  “donor besar maupun  donor kecil.”

Para donor akan hadir pada upacara tersebut, serta para petugas pemadam kebakaran, pengusaha dan pengrajin, tokoh masyarakat, para uskup Prancis dan asing serta perwakilan keuskupan Prancis lainnya, kata surat itu.

“Perayaan ini akan menjadi perayaan bagi seluruh umat Kristiani dari segala usia dan kondisi,” kata Uskup Agung Ulrich.

“Percaya atau tidak, umat Kristiani atau tidak, ini adalah sebuah landmark bagi semua orang. Katedral ini hadir untuk semua orang,” tambahnya, seraya menyebutkan semua orang yang ada dalam hatinya sebelum peresmian tersebut — khususnya kaum muda dari pinggiran kota Paris dan Paris yang bermasalah dan orang yang menderita trauma.

Uskup Agung Ulrich menegaskan dalam suratnya bahwa pekerjaan tersebut berjalan sesuai jadwal di lokasi kerja restorasi katedral, dan para pengrajin bekerja “dengan kebahagiaan, antusiasme, dan pengertian.”

Di dalam katedral, tanahnya masih terbuka karena penggalian arkeologi dan pembuatan saluran listrik, pemanas, perlindungan, dan sirkuit alarm kebakaran. Pada akhir musim panas, tim keuskupan akan mulai menyiapkan peralatan dan fasilitas untuk fungsi liturgi, yang memerlukan waktu dua atau tiga bulan.

Prelatus  itu mengumumkan dalam suratnya bahwa keuskupan agung akan memanfaatkan periode pembukaan kembali untuk mengusulkan pembaruan “katekese untuk semua tentang sakramen-sakramen” untuk “menemukan kembali secara mendalam” maknanya, yang sering terlupakan oleh umat saat ini.

Dalam surat yang menyentuh hati kepada umatnya 10 bulan sebelum pembukaan kembali, uskup agung itu mengatakan Notre Dame adalah “gereja induk dari keuskupan” dan “tempat sumber bagi iman kita.”

“Anda mencintainya, saya mencintainya, kita mencintainya,” tegas Uskup Agung Ulrich.

“Kemudian, di tengah kegembiraan yang bisa kita harapkan, dan juga kebanggaan yang wajar melekat pada pekerjaan yang dicapai dalam kurun waktu lima tahun ini, komitmen luar biasa dari perusahaan dan karyawannya yang telah mencapai prestasi profesional luar biasa di sana, saya ingin kita tahu bagaimana mengungkapkan rasa syukur kita atas kerja sama yang sesungguhnya, mengucapkan selamat kepada diri kita sendiri atas rasa kebaikan bersama yang dicapai bersama yang menghasilkan jauh lebih banyak kegembiraan,” kata Uskup Agung Paris.

“Yang terpenting,” tambanya, “Saya ingin kita memuliakan Tuhan: ‘Non nobis Domine, non nobis, sed nomini tuo da gloriam’ — ‘Bukan kepada kami, Tuhan, tetapi kepada nama-Mu yang memuliakan!’ ”

Sumber: The grandeur of notre dame cathedrals reopening revealed

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi