UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sekolah yang dikelola Gereja di India diperintahkan hapus simbol Kristen

Pebruari 12, 2024

Sekolah yang dikelola Gereja di India diperintahkan hapus simbol Kristen

Perdana Menteri Narendra Modi (tengah) bersama dengan Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma (tengah, kiri) melambai tangan kepada para pendukungnya saat acara rapat umum di Guwahati pada 4 Februari. (Foto: AFP)

 

Sebuah kelompok Hindu telah memberikan ultimatum kepada sekolah-sekolah Kristen (Katolik dan Protestan) di Negara Bagian Assam, India timur laut, untuk menghapus semua simbol Kristen termasuk tidak boleh mengenakan pakaian religius dan jubah.

Satya Ranjan Borah, ketua organisasi Hindu Kutumba Surakshya Parishad (dewan keamanan keluarga) mengatakan langkah tersebut bertujuan menghentikan misionaris Kristen menggunakan sekolah untuk kegiatan konversi.

“Misionaris Kristen mengubah sekolah dan lembaga pendidikan menjadi lembaga keagamaan. Kami tidak akan mengizinkannya,” katanya pada konferensi pers di Guwahati pada 7 Februari.

Assam diperintah oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pro-Hindu dan dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Kelompok tersebut ingin agar patung atau foto Yesus dan Bunda Maria dihapuskan dan telah menetapkan batas waktu 15 hari bagi sekolah-sekolah Kristen untuk mematuhinya. Jika tidak, mereka memperingatkan akan adanya konsekuensi yang mengerikan.

Borah mengatakan mereka juga ingin para imam, biarawati, dan bruder yang bertugas di sekolah-sekolah Kristen berhenti mengenakan jubah dan pakaian religius di sekolah.

Ia menuduh mereka mempromosikan agama Kristen di sekolah-sekolah melalui tampilan simbol-simbol Kristen tersebut.

Uskup Agung Guwahati Mgr. John Moolachira mengatakan semua tuduhan itu “tidak berdasar.”

“Kami sadar akan ancaman ini dan saya tidak mengerti mengapa hal ini terjadi,” katanya kepada UCA News pada 9 Februari.

Umat Kristen telah terlibat aktif dalam memberikan pendidikan selama beberapa dekade di daerah terpencil di Assam di mana masyarakat adat miskin tinggal.

“Ini adalah situasi yang sangat sulit ketika ancaman terbuka seperti itu dikeluarkan,” kata prelatus itu, seraya menambahkan “kami akan mencari cara hukum untuk menghadapi ancaman terbuka seperti itu.”

Namun, mereka telah meminta para imam, biarawati, dan bruder untuk mengenakan pakaian sipil India di kampus sebagai tindakan pencegahan.

Kelompok Hindu juga menginginkan gereja-gereja yang terletak di dalam kompleks sekolah disingkirkan, lapor Northeast Now, sebuah portal berita berbahasa Inggris.

Para pemimpin Kristen mengatakan mereka berencana mendekati Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma, yang berasal dari BJP.

Para pemimpin Kristen mengatakan ancaman terhadap agama Kristen dan kegiatan misionaris telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di seluruh wilayah timur laut India setelah kelompok Hindu mulai mendorong nasionalisme budaya.

Kelompok Hindu  menggambarkan agama Kristen sebagai kekuatan jahat yang menghancurkan budaya asli Hindu dan melakukan konversi agama terhadap umat Hindu untuk menjadi Kristen.

Umat Kristen berjumlah 3,74 persen dari 31 juta penduduk Assam, dibandingkan rata-rata nasional sebesar 2,3 persen.

Sumber: Church run schools in india told to remove christian symbols

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi