UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kolekte Prapaskah memberikan ‘harapan yang mengubah hidup,’ kata uskup agung

Pebruari 13, 2024

Kolekte Prapaskah memberikan ‘harapan yang mengubah hidup,’ kata uskup agung

Seorang perempuan terlihat memegang kotak CRS Rice Bowl yang terbuat dari karton plastik yang digunakan untuk mengumpulkan sumbangan. (Foto: Catholic Relief Services/Twitter)

 

Kolekte Prapaskah tahunan yang dilakukan oleh umat Katolik di seluruh Amerika Serikat (AS) memberikan “harapan yang mengubah hidup,” kata Uskup Agung Philadelphia Mgr. Nelson J. Pérez, ketua Catholic Relief Services (CRS).

Inisiatif CRS Rice Bowl, yang menggabungkan doa, puasa dan sedekah untuk membantu mereka yang membutuhkan baik di AS maupun di luar negeri, adalah “kesempatan yang sangat berarti bagi kita semua untuk menjadi tangan Kristus dengan membantu mereka yang menghadapi bencana global, kelaparan, kekurangan gizi, dan kerawanan pangan,” kata uskup agung dalam sebuah pernyataan kepada OSV News.

Kotak kolekte karton plastik ikonik ini telah menjadi andalan masa Prapaskah di meja makan dan ruang kelas selama hampir 40 tahun, dengan total donasi lebih dari 330 juta dolar AS hingga saat ini.

Tahun lalu, kampanye Rice Bowl menghasilkan lebih dari 10 juta dolar AS, 75% di antaranya (sekitar 7,7 juta dolar AS) digunakan untuk program di salah satu dari lebih dari 120 negara di mana CRS melayani. Sebanyak 25% sisanya atau sekitar 2,5 juta dolar AS, mendanai program bantuan kelaparan di AS melalui keuskupan setempat, kata Beth Knobbe, pelatih senior CRS untuk presentasi dan fasilitasi, kepada OSV News.

Lebih dari sekedar penggalangan dana, Rice Bowl adalah “tentang komunitas di seluruh AS yang berinvestasi bagi sesama kita di seluruh dunia,” kata Knobbe.

Tahun ini, kampanye Rice Bowl – yang mencakup berbagai sumber doa dan refleksi online – menyoroti keluarga-keluarga di El Salvador, Indonesia dan Uganda yang mendapat manfaat dari bantuan CRS di negara mereka masing-masing.

Melalui wawancara video dan foto dari keluarga, para peserta Rice Bowl “tidak hanya … mendapatkan koneksi dengan (mereka) namun belajar tentang cara CRS membantu mendukung komunitas ini dalam menghadapi kelaparan dan perubahan iklim, ” kata Knobbe.

Bantuan itu difokuskan pada “solusi jangka panjang bersama masyarakat,” katanya.

Di Akwangagwel, Uganda, petani Adolf dan istrinya, Florence, mempelajari metode pertanian baru dari pekerja CRS untuk menghasilkan tanaman subsisten di tengah kondisi kering dan panas. Pasangan ini berbagi pengetahuan mereka dengan anggota komunitas lainnya.

Sandra Amaya dari Morazán, El Salvador, menambah pendapatan pertanian suaminya, Santos — yang berkurang akibat kekeringan dan hujan lebat — dengan beternak ayam berkat program pelatihan CRS.

Di Pulau Flores, NTT, Evita Tiro Wada telah bergabung dengan kelompok kesiapsiagaan bencana, membantu menjaga komunitasnya tetap aman saat terjadi angin topan dan gempa bumi, sekaligus mengolah kebun bersama.

Dalam mengembangkan setiap kampanye Rice Bowl, penyelenggara CRS “mencoba memikirkan… di mana kita melihat kelaparan pada titik kritisnya, dan juga di mana CRS melakukan intervensi yang sangat inovatif, sehingga kita dapat benar-benar membantu komunitas Katolik di AS memahami bagaimana Gereja kita merespons krisis kelaparan di seluruh dunia,” kata Knobbe.

“Partisipasi dalam CRS Rice Bowl merupakan ekspresi nyata pengorbanan Prapaskah yang menyehatkan tubuh dan jiwa,” kata Uskup Agung Pérez.

Ia menambahkan Rice Bowl juga memiliki makna yang lebih dalam selama Kebangkitan Ekaristi Nasional, sebuah upaya akar rumput selama tiga tahun yang dilakukan oleh para uskup di AS untuk menghidupkan devosi terhadap kehadiran nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi.

“CRS Rice Bowl juga memberi kita cara untuk semakin dekat dengan Yesus dengan membagikan kasih murni-Nya kepada mereka yang tidak dapat menolong diri mereka sendiri,” kata Uskup Agung Pérez.

Faktanya, Rice Bowl sejak awal berdirinya telah sangat terkait dengan Ekaristi.

Msgr. Robert Coll memulai kolekte tahun 1974 ketika ia menjadi imam di Paroki St. Thomas More di Pennsylvania, mengundang umat paroki untuk makan dalam porsi kecil dan menyumbangkan uang tabungannya untuk memberi makan mereka yang kelaparan.

Di dekat Philadelphia, Mgr. (kemudian Kardinal) John P. Foley mendengar tentang proyek tersebut dan memasukkannya ke dalam perencanaan Kongres Ekaristi Internasional ke-41, yang berlangsung tahun 1976 di kota itu dengan tema, “Ekaristi dan Kelaparan Keluarga Manusia.”

Setelah pertemuan dengan Kardinal John J. Krol dari Philadelphia dan CRS, Rice Bowl secara resmi diluncurkan secara nasional, dan tahun 1976, setidaknya 118 keuskupan di AS telah mengumpulkan lebih dari 5,1 juta dolar AS berkat konsep dasar Msgr. Coll.

“Dan ini merupakan pencurahan Rice Bowl yang alami sehingga ada kesempatan bagi orang-orang mengambil tindakan dalam mendukung saudara-saudari kita di seluruh dunia. Ketika kita menerima Yesus dalam Ekaristi, kita memiliki rahmat untuk menjadi tangan dan kaki Kristus di dunia. Rice Bowl menghubungkan hal itu dengan cinta dan rahmat yang kita terima dalam Ekaristi, dan bagaimana kita membawanya serta mencurahkan rahmat itu ke dalam tindakan kita melayani saudara dan saudari kita di seluruh dunia.”

Sumber: Lenten collection provides life changing hope, says archbishop

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi