UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Dua orang Kristen ditangkap di India pada Minggu Paskah

April 3, 2024

Dua orang Kristen ditangkap di India pada Minggu Paskah

Perdana Menteri Narendra Modi (tengah) dan Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath (tengah, kiri) menyambut para pendukungnya di sebuah acara di Varanasi pada 23 Februari. Sebelas negara bagian, sebagian besar diperintah oleh partai pro-Hindu Modi, telah memberlakukan undang-undang anti-konversi. (Foto: AFP)

 

Dua warga Kristen ditangkap pada Minggu Paskah di Negara Bagian Uttar Pradesh, India utara, karena mereka dituduh melanggar Undang-Undang (UU) Anti-Konversi di negara bagian tersebut, kata laporan media.

Pada 31 Maret polisi  mencegat dua bus dengan 110 penumpang, yang melakukan perjalanan dari Kanpur ke Unnao. Mereka diduga sedang menuju ke sebuah acara di mana acara konversi agama sedang berlangsung, menurut surat kabar Times of India.

Dua orang ditangkap atas tuduhan melanggar UU Anti-Konversi Agama 2021 di Uttar Pradesh, kata laporan media.

Mahesh Kumar, asisten komisaris polisi, mengatakan terdakwa – Simon Williams dan Deepak Morris – masing-masing menjanjikan 50.000 rupee (sekitar 600 dolar AS) kepada penumpang jika mereka memeluk agama Kristen.

Aktivis kelompok Hindu sayap kanan Bajrang Dal memberikan informasi kepada  polisi dan bus-bus tersebut dicegat.

“Selain uang tunai, mereka juga mendapat jaminan pekerjaan. Mereka yang belum menikah juga dijanjikan bantuan dalam mencari pasangan,” tambah Kumar.

Williams dan Morris ditangkap berdasarkan pengaduan Sunil Balmiki, salah satu penumpang yang mengajukan pengaduan.

“Kami memantau dengan cermat kasus” Williams dan Morris, kata aktivis Kristen Minakshi Singh kepada UCA News pada 2 April.

Singh, sekretaris jenderal Unity in Compassion, sebuah badan amal yang berbasis di Uttar Pradesh, mengatakan  pihaknya “masih terlalu dini untuk mengatakan apa pun.”

UU anti-konversi sering disalahgunakan untuk menangkap orang Kristen, kata Pastor Dinesh Kumar kepada UCA News pada 2 April.

UU tersebut menjadikan konversi agama, yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah, sebagai pelanggaran  dengan hukuman penjara hingga 10 tahun.

UU ini juga melarang konversi agama melalui informasi yang salah, godaan atau cara-cara curang lainnya.

Sebelas negara bagian, sebagian besar diperintah oleh Partai Bharatiya Janata pro-Hindu yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, telah memberlakukan UU anti-konversi.

Pada Januari 2023, Federasi Nasional Perempuan India menentang UU anti-konversi di delapan negara bagian karena dianggap sewenang-wenang, inkonstitusional, dan membiarkan campur tangan negara dalam kehidupan pribadi.

Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, mencatat 36 insiden kekerasan terhadap umat Kristen hingga 15 Maret tahun ini, kata United Christian Forum, sebuah badan ekumenis yang melacak penganiayaan terhadap orang Kristen di India.

Umat Kristen hanya berjumlah 0,18 persen dari 200 juta penduduk Uttar Pradesh.

Sumber: Two christians arrested in india on easter sunday

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi