UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup Korea peringatkan untuk tidak menghilangkan ruang hijau

Mei 22, 2024

Para uskup Korea peringatkan untuk tidak menghilangkan ruang hijau

Para aktivis lingkungan yang mengenakan pakaian berbahan sampah plastik tampil dalam acara kampanye memperingati Hari Bumi Internasional di Seoul pada 22 April. (Foto: AFP)

 

Konferensi Waligereja Korea telah menyatakan keprihatinannya atas keputusan pemerintah untuk mencabut pembatasan pengembangan lahan di Zona Hijau di seluruh negeri, dengan mengatakan bahwa hal tersebut akan berdampak pada lingkungan dan generasi mendatang.

“Zona-zona ini adalah benteng terakhir perlindungan ruang hijau di pusat-pusat perkotaan, dan penghapusan zona-zona tersebut akan merusak aset yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang,” kata Pastor Blasio Park Hyun-dong, ketua Komite Ekologi dan Lingkungan Konferensi Waligereja Korea.

Pastor Park mengatakan pencabutan pembatasan pengembangan lahan di kawasan lindung “bertentangan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini,” tulis pesan komite itu di situs web Konferensi Waligereja Korea, menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni.

Tema “Restorasi lahan, penggurunan, dan ketahanan terhadap kekeringan” adalah pilar utama Dekade Restorasi Ekosistem PBB (2021-2030), yang penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pada Januari tahun ini, pemerintahan Yoon Suk Yeol mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan proyek perumahan dan pembangunan baru, termasuk mencabut pembatasan jalur hijau di sekitar wilayah ibu kota, lapor Kantor Berita Yonhap.

Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali proyek-proyek perumahan yang baru-baru ini menyusut di seluruh negeri dengan memanfaatkan zona jalur hijau dan lahan yang tidak terpakai untuk menemukan lokasi pembangunan baru di wilayah Seoul untuk memasok tambahan 20.000 unit rumah, lapor Yonhap.

Zona Sabuk Hijau pertama kali diadopsi tahun 1971 untuk membatasi pembangunan di wilayah guna mencegah perluasan perkotaan yang cepat tanpa pandang bulu demi pelestarian lingkungan, lapor Korea JoongAng Daily.

Setelah kawasan hijau ditetapkan, mendapatkan persetujuan untuk proyek pembangunan di zona tersebut menjadi sulit.

Sebelumnya, tahun 2001 hingga 2003, pembatasan terhadap zona pembangunan terbatas telah dicabut sepenuhnya di tujuh kota kecil dan menengah.

Harian Korea JoongAng melaporkan bahwa 12 kementerian dan pemerintah daerah telah memberlakukan 336 peraturan penggunaan lahan pertanian yang akan ditinjau.

Pastor Park menekankan perlunya “memulihkan hubungan yang sehat” dengan ciptaan melalui pertobatan ekologis dan transformasi batin. Ia meminta masyarakat bekerja untuk pemulihan lingkungan.

Ia menambahkan, Korea Selatan merupakan negara penghasil gas rumah kaca terbesar ke-10 di dunia.

“Umat manusia belum berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global,” keluh Pastor Park.

Sumber: Korean bishops caution against losing green spaces

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi