UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus sampaikan belasungkawa  ke Iran

Mei 22, 2024

Paus Fransiskus sampaikan belasungkawa  ke Iran

Sebuah buku belasungkawa terlihat di depan foto Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian (kanan)  di kota suci Najaf, Irak tengah pada 20 Mei. Raisi dipastikan meninggal pada 20 Mei setelah tim pencarian dan penyelamatan menemukan helikopternya yang jatuh di wilayah pegunungan yang diselimuti kabut, memicu duka di republik Islam tersebut. (Foto: AFP)

 

Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 21 Mei setelah kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan semua yang tewas dalam kecelakaan helikopter kemarin,” tulis paus  dalam telegram yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan ditujukan kepada Khamenei.

“Menyerahkan arwah orang yang meninggal ke dalam rahmat Yang Maha Kuasa, dan berdoa bagi mereka yang berduka atas kehilangannya, terutama keluarganya, saya kirimkan  kedekatan spiritual dengan bangsa itu  di masa sulit ini,” bunyi telegram yang diterbitkan 21 Mei  oleh Vatikan.

Helikopter Raisi jatuh pada Hari Minggu di barat laut Iran, dan puing-puingnya ditemukan Senin pagi.

Helikopter tersebut kehilangan komunikasi ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Tabriz setelah Raisi menghadiri peresmian bendungan bersama dengan rekannya dari Azeri, Ilham Aliyev, di perbatasan bersama mereka.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran dimulai pada sore hari 19 Mei ketika dua helikopter lain dalam konvoi Raisi kehilangan kontak dengan pesawatnya di tengah kondisi cuaca buruk di wilayah pegunungan.

TV pemerintah pada awal 20 Mei menyampaikan berita kematiannya, mengatakan “abdi bangsa Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, telah mencapai tingkat kesyahidan tertinggi”, menayangkan gambar dirinya sambil membacakan Alquran.

Yang tewas bersama presiden Iran adalah Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, anggota otoritas Provinsi Azerbaijan Timur dan tim keamanannya.

Kepala staf militer Iran Mohammad Bagheri pada 20 Mei memerintahkan penyelidikan penyebab kecelakaan itu.

Sementara itu, sekutu kuat Iran pada  21 Mei berduka atas kematian Raisi, sementara militan regional memujinya sebagai pendukung perjuangan Palestina.

Amerika Serikat mengatakan mendiang pemimpin ultrakonservatif itu “berlumuran darah,” Rusia dan China  menyebutnya sebagai “teman”, dan Israel belum bereaksi secara terbuka.

Anggota Dewan Keamanan PBB mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang Raisi atas permintaan presiden dewan saat ini, Duta Besar Mozambik Pedro Comissario Afonso.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Amerika Serikat “menyampaikan belasungkawa resminya” dan menegaskan kembali “dukungan kami terhadap rakyat Iran dan perjuangan mereka untuk hak asasi manusia  (HAM) dan kebebasan mendasar”.

Belakangan, juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa Raisi bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang “kejam” dan “tangannya berlumuran darah.”

Presiden China Xi Jinping mengatakan “rakyat China telah kehilangan seorang teman baik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin pada konferensi pers. Uni Eropa menyampaikan “belasungkawa yang tulus”.

Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Pikiran kami ditujukan kepada keluarga-keluarga.” Negara-negara tetangga Iran di Teluk, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar dan Oman menyampaikan belasungkawa mereka.

Presiden Rusia Vladimir Putin memuji Raisi sebagai “politisi luar biasa” dan “sahabat sejati Rusia” dalam suratnya kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Hamas berduka atas Raisi sebagai “pendukung terhormat” kelompok militan Palestina, yang saat ini berperang dengan Israel di Gaza, dan memuji “dukungannya terhadap perlawanan Palestina.”

Sumber: Pope sends assurance of spiritual closeness to iran

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi