UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Dua pastor Katolik masih ‘hilang’ di China

Mei 24, 2024

Dua pastor Katolik masih ‘hilang’ di China

Umat Katolik menyanyikan lagu-lagu pujian saat Misa Paskah di sebuah gereja di Beijing pada 30 Maret. (Foto: AFP)

 

Dua pastor Katolik di China yang bekerja untuk keuskupan Katolik bawah tanah di China diduga menjadi sasaran penghilangan paksa, kata sebuah laporan.

Pastor Chen Hekun dan Pastor Chi Huitian dari Keuskupan Baoding di Provinsi Hebei telah dilaporkan hilang sejak April tahun ini, lapor China Aid pada 22 Mei, mengutip situs berita Katolik China, Catholic Online.

Keuskupan Baoding adalah salah satu yurisdiksi Katolik bawah tanah terbesar di China yang tidak diakui oleh Asosiasi Patriotik Katolik China (CCPA) yang didukung negara.

Pastor Chen diduga telah ditahan secara ilegal oleh pihak berwenang dan umat Katolik di Keuskupan Baoding telah meminta “saudara-saudari untuk mendoakan Pastor Chen,” lapor China Aid.

Pastor Chen dibawa pergi dari rumahnya di Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, pada 29 April, dan saat ini ditahan di Kabupaten Anxin oleh otoritas China. Alasan penahanannya belum diketahui.

Pastor Chen lahir di Kabupaten Anxin dan menjabat sebagai dekan seminari keuskupan Baoding setelah ia ditahbiskan sebagai imam di keuskupan tersebut.

Kabarnya, dia nyaris lolos dari penangkapan pada November 2020 ketika pejabat pemerintah setempat menggerebek seminari dan menangkap dua pastor, lebih dari sepuluh seminaris, dan biarawati.

Pastor Chen sedang tidak berada di seminari saat itu. Polisi terus mencarinya.

Sementara itu, Pastor Chi tidak dapat berkomunikasi pada 17 April di Baoding. Polisi kemudian menyatakan bahwa dia dikirim kembali ke tempat kelahirannya di Xingtai, tanpa memberikan alasan pasti penahanannya.

Namun, keluarga dan teman-teman Pastor Chi mengatakan mereka belum menerima rincian jelas tentang keberadaannya dan telah mengeluarkan pengumuman ke publik untuk membagikan informasi apa pun yang tersedia.

“Kami berharap siapa pun yang mengetahui keberadaannya dapat membantu kami. Pada saat yang sama, kami juga meminta Anda untuk mendoakannya dan memohon Tuhan untuk membantunya,” kata mereka, demikian yang dilaporkan China Aid.

Dilaporkan, mayoritas imam dan pejabat lain di Keuskupan Baoding telah menandatangani dokumen dan memperoleh sertifikat untuk apa yang disebut “legalisasi”, yang menjaga mereka dari pelecehan.

Namun, banyak yang menolak dan menghadapi penahanan ilegal dan tuntutan lainnya.

Diduga, insiden penghilangan paksa seperti itu telah terjadi sebelumnya di keuskupan tersebut, demikian China Aid.

Para imam yang tidak mau bergabung dengan lembaga-lembaga Gereja yang didukung negara dan mereka yang tidak mematuhi “cuci otak” dan “pendidikan ulang” politik yang dilakukan oleh Partai Komunis China menjadi target.

Selama masa penahanan, para imam wajib menghadiri pertemuan politik.

Mereka mungkin ditahan lebih lama sampai mereka “membuktikan” perubahan dalam pemikiran mereka dan bergabung dengan lembaga “resmi” Gereja China yang dikendalikan pemerintah sebelum dibebaskan, lapor China Aid.

Sumber: Two catholic priests remain missing in china

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi