UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

MA larang pemilihan Sinode Gereja di India Selatan

Mei 27, 2024

MA larang pemilihan Sinode Gereja di India Selatan

Para anggota Gereja di India Selatan pada acara mencari keadilan sosial bagi mereka yang tertindas. (Foto:csi1947.com)

 

Mahkamah Agung (MA) India telah melarang diadakannya pemilihan sinode Gereja di India Selatan yang dilanda krisis dan penunjukan dewan keuskupan.

Pengadilan tinggi pada 22 Mei melarang administrator Gereja yang ditunjuk pengadilan untuk mengadakan pemilihan Sinode yang sekarang sudah tidak ada lagi.

Gereja, yang berkantor pusat di Chennai, sebuah denominasi Protestan terbesar kedua di India, memiliki lebih dari 4 juta pengikut yang tersebar di 24 keuskupan di India dan negara tetangganya Sri Lanka.

Pengadilan Tinggi Madras di Chennai, ibu kota Tamil Nadu, pada 12 April menunjuk pensiunan Hakim R Balasubramanian dan V Bharathidasan sebagai administrator Gereja.

Pengadilan tinggi telah memberikan wewenang kepada para administrator untuk menangani keuangan Gereja dan memerintahkan mereka untuk mengadakan pemilihan Sinode.

Pengadilan melakukan intervensi setelah sejumlah umat awam menuduhkan tuduhan korupsi terhadap mantan moderator Sinode, Uskup Dharmaraj Rasalam.

“Kami tidak mengesampingkan penunjukan pengurus. Kami katakan mereka tidak akan mengambil keputusan apa pun,” jelas MA.

Pengadilan Tinggi telah mengizinkan para administrator untuk menunjuk anggota dewan keuskupan masing-masing “secepat mungkin.”

Administrator yang ditunjuk pengadilan mengambil alih tugas tersebut pada 18 April dan melarang bendahara melakukan transaksi keuangan.

Tahun 2022, kaum awam mengajukan Pengadilan Tinggi terhadap Rasalam, dan pengadilan mencopotnya dari jabatannya pada September tahun lalu.

Para pemohon menuduh dia dan Sinode di bawahnya melakukan perubahan konstitusi Gereja secara sewenang-wenang.

Mereka menyatakan ketidakmampuan mereka untuk mencopotnya dari jabatannya karena Gereja tidak memiliki undang-undang untuk memberhentikan moderator.

Para pemohon menuduh ada sepuluh kasus pidana yang menunggu keputusan terhadap uskup itu.

CSI dibentuk tahun 1947 setelah kemerdekaan India dari Inggris sebagai persatuan semua denominasi Protestan.

Mitranya di India utara adalah Gereja India Utara (CNI), yang mewarisi sebagian besar aset Gereja Anglikan setelah kemerdekaan.

MA akan menangani kasus ini setelah liburan musim panas, yang dimulai pada 20 Mei. Pengadilan dijadwalkan untuk melanjutkan sidangnya pada 8 Juli.

Sumber: Supreme court bans church of south indias synod election

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi