UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Bunda Maria berkunjung ke rumah-rumah umat Katolik di Sri Lanka

Mei 31, 2024

Bunda Maria  berkunjung ke rumah-rumah umat Katolik di Sri Lanka

Puspa Fernando, seorang Katolik Sri Lanka, dan putrinya berdoa di depan patung Bunda Maria yang dibawa ke rumah-rumah Katolik sebagai bagian dari tradisi devosional kepada Bunda Maria yang telah berusia berabad-abad selama bulan Mei di negara kepulauan tersebut (Foto: Disediakan)

 

Puspa Fernando menghiasi rumahnya dengan karangan bunga berwarna putih  dan berdiri di pintu depan, siap menyambut patung Bunda Maria.

Ibu berusia 56 tahun itu berjalan di jalan-jalan di Negombo, di pinggiran ibu kota Sri Lanka, Kolombo, berama tetangga dalam prosesi penuh suka cita  dengan patung Bunda Maria yang dihias warna warni.

Pada Mei, banyak umat Katolik Sri Lanka menyambut patung Bunda Maria di rumah-rumah mereka, yang dirapikan untuk acara tersebut.

Tetangga Fernando datang ke rumahnya pada 22 Mei sambil berdoa dan menyanyikan pujian, sambil membawa patung Bunda Maria yang dihias.

Dalam tradisi Katolik yang dihormati dan telah diikuti selama lebih dari empat abad, pastor paroki memberkati  patung Bunda Maria pada 1 Mei. Patung tersebut kemudian dibawa keliling paroki selama sebulan penuh, mengunjungi setiap rumah.

Fernando dan tetangganya yang beragama Katolik dengan hati-hati menempatkan patung yang datang ke rumahnya di atas panggung kecil yang dihias dengan indah di ruang tamunya, di mana patung itu disimpan selama sehari hingga pindah ke rumah lain di lingkungan tersebut.

Beberapa tetangga datang membawa bingkisan seperti biskuit, teh, pisang, dan kopi bubuk. Fernando membuat minuman untuk memastikan keramahtamahan mengalir dengan bebas di antara mereka.

“Tetangga dan teman kami sangat menantikan kedatangan Bunda Maria,” kata Fernando, seorang guru sekolah negeri.

‘Sebuah tradisi untuk kaum muda’

Dia mengatakan pastor Paroki St. Maria di Negombo telah memberikan serangkaian doa dalam bentuk cetakan.

“Ada doa khusus untuk negara, litani Bunda Maria, doa  keluarga kepada Bunda Maria. Kami juga mendaraskan Rosario, merenungkan misteri iman,” kata Fernando.

Dia mengatakan setiap keluarga “dengan penuh semangat menunggu kedatangan patung Bunda Maria, dan kami percaya dia datang untuk menjadi perantara bagi setiap keluarga.”

Dalam pertemuan doa, beberapa umat Katolik berbagi mukjizat yang mereka alami melalui perantaraan Bunda Maria.

“Kami memohon perantaraan Bunda Maria ketika kami mempunyai masalah keluarga. Kami berdoa kepadanya ketika kami sakit karena Covid-19. Kami disembuhkan dengan perantaraannya,” kenang Fernando.

“Kami semua mengucapkan terima kasih saat berdoa ketika Bunda Maria datang ke rumah saya,” ujarnya.

Fernando mengatakan beberapa tetangganya yang menganut Gereja Evangelis mengejek mereka karena meminta perantaraan Bunda Maria.

“Tetapi kami mengakuinya sebagai bunda kami, dengan kasih sayang yang mendalam,” kata Fernando kepada UCA News pada 22 Mei.

Sri Lanka memiliki sekitar 2 juta umat Kristen, sebagian besar beragama Katolik, dan sekitar dua persen menganut Gereja Protestan. Namun, umat Kristen Evangelis mendominasi umat Kristen non-Katolik dengan sekitar 200.000 anggota.

Fernando mengatakan memupuk devosi kepada Bunda Maria “mendukung kita dalam melindungi iman Katolik dan menjadi satu dengan umat Katolik yang tak terhitung jumlahnya” di 12 keuskupan di negara tersebut.

“Devosi kepada Bunda Maria merupakan komponen integral dari iman Katolik,” kata Fernando.

Membantu misi, panggilan

Kekristenan tiba di Sri Lanka dengan misionaris Portugis pada abad ke-16, dan sebagian besar umat Katolik menelusuri warisan agama mereka kembali ke era Portugis.

Fernando, yang mengajarkan devosi kepada Bunda Maria kepada anak-anak, mengungkapkan keinginannya untuk menegakkan tradisi Mei untuk generasi mendatang.

Sepanjang bulan Mei, semua lembaga dan panti jompo dan anak-anak yang dikelola Gereja bersatu untuk menghormati devosi kepada Bunda Maria.

Tempat Doa Bunda Maria Madhu di hutan terpencil di Mannar aktif dengan perayaan dari 23-26 Mei.

Nuwani Hasaranga, seorang guru Sekolah Minggu di Keuskupan Kurunegala, yang mencakup wilayah mayoritas beragama Buddha, mengatakan devosi kepada Bunda Maria membantu memupuk panggilan sebagai imam dan biarawati.

“Kurangnya biarawati di wilayah misi di Sri Lanka berdampak buruk pada pembentukan iman,” katanya.

Suster Keluarga Kudus Rasida Mary, yang menyelenggarakan devosi kepada Bunda Maria di sebuah paroki di Keuskupan Agung Kolombo, mengatakan umat Katolik sangat menantikan devosi bulan Mei ini karena “Bunda Maria memiliki peran penting” dalam kehidupan mereka.

Dia mengatakan di Sri Lanka, “sejumlah besar” kawin campur terjadi antara umat Katolik, Buddha, dan Hindu.

“Dalam banyak pernikahan seperti itu, devosi kepada Bunda Maria berperan penting dalam menjaga agar orang yang baru bertobat tetap teguh dalam iman Katolik,” kata Mary kepada UCA News.

Pada 22 Mei, Fernando membacakan doa terakhir sebelum membawa patung itu ke rumah berikutnya.

“Bunda tersayang, kami menganggap hari ketika Bunda tinggal di rumah kami ini adalah momen yang sangat luar biasa dalam hidup kami,” katanya sebelum menyerahkan patung itu kepada tetangganya.

Sumber:Mother Mary comes calling at sri lankan homes

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi