UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Siro Malabar di India adakan sinode untuk menyelesaikan perselisihan liturgi

Juni 6, 2024

Gereja Siro Malabar di India adakan sinode untuk menyelesaikan perselisihan liturgi

Uskup Agung Utama Raphael Thattil. (Foto: syromalabarchurch.in)

 

Uskup Agung Raphael Thattil, kepala Gereja Siro Malabar ritus Timur yang dilanda krisis, telah mengadakan Sinode Para Uskup luar biasa untuk menyelesaikan perselisihan liturgi yang telah berlangsung puluhan tahun di pusat kekuasaannya di India.

Dalam pernyataannya pada 3 Juni kepada 65 uskup, Uskup Agung Thattil mengatakan pertemuan virtual khusus sinode, badan pengambil keputusan tertinggi dalam Gereja Ritus Timur terbesar kedua, akan diadakan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Pernyataan tersebut mengatakan sinode Gereja secara online, yang berbasis di Negara Bagian Kerala, India selatan, dijadwalkan akan berlangsung selama dua jam pada 14 Juni.

Perselisihan ini bermula dari penolakan terus-menerus dari sebagian besar imam dan umat awam di Keuskupan Agung Ernakulam-Angamaly untuk mengikuti cara Misa yang disetujui sinode yang mengharuskan umat menghadap altar dan umat.

Namun, imam dan umat away tersebut ingin para selebran  menghadap umat sepanjang Misa.

Keuskupan agung, tempat kedudukan Uskup Agung Utama, adalah tempat tinggal hampir 10 persen dari 5 juta pengikut Gereja itu.

Sinode ini mempunyai arti penting bagi masa depan Gereja Siro-Malabar, salah satu dari 23 Gereja Katolik Timur yang berada dalam persekutuan penuh dengan Roma karena perselisihan liturgi akan mengancam dan memecah belah Gereja.

Pada minggu pertama bulan Mei, delegasi pemimpin awam Katolik dari Keuskupan Agung yang bermasalah itu meminta Paus Fransiskus di Vatikan, meminta intervensi agar mereka dapat melanjutkan Misa tradisional mereka.

Seminggu kemudian, para Uskup Sinode Permanen Gereja dan administrator apostolik keuskupan agung itu bertemu Paus Fransiskus dan membahas perselisihan di Vatikan.

Paus ingin perselisihan itu “diselesaikan secara damai tanpa tindakan paksaan apa pun,” kata seorang sumber Gereja.

Penentang Misa yang disetujui Sinode ingin Sinode menarik “keputusan rahasia” mereka untuk menerapkan liturgi yang seragam atau memberikan status “varian liturgi” pada cara Misa mereka sehingga membantu mereka melanjutkannya.

Sinode belum menerima tuntutan mereka namun bersikeras melaksanakan Misa yang disetujui Sinode.

“Kami mengetahui adanya pertemuan sinode khusus, tetapi tidak ada perubahan dalam pendirian kami,” kata Riju Kanjookaran, juru bicara Gerakan Transparansi Keuskupan Agung (AMT), sebuah kelompok imam, religius dan awam yang mempelopori protes terhadap Sinode tersebut.

Ada isu yang mengatakan bahwa sinode mungkin akan memulai tindakan terhadap beberapa imam yang memimpin protes dan memperingatkan para tokoh awam agar mereka dilakukan ekskomunikasi untuk meredam protes mereka.

“Posisi kami sangat jelas. Biarkan sinode mengambil tindakan terhadap satu imam atau semua imam, kami tidak akan melemahkan tuntutan kami terhadap Misa tradisional karena para imam dan kaum awam bersatu dalam masalah yang penuh emosi ini,” kata Kanjookaran kepada UCA News pada 5 Juni.

“Ketika umat beriman tidak mengizinkan seorang imam untuk merayakan Misa yang disetujui sinode, tindakan disipliner apa pun yang direncanakan oleh sinode tidak akan membantu menyelesaikan perselisihan tersebut. Ini hanya akan memperburuk krisis lebih lanjut,” kata seorang imam yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber itu mengatakan para imam dan tokoh awam telah memutuskan untuk menemui umat sekali lagi untuk mempersiapkan mereka menghadapi kemungkinan terburuk jika sinode memutuskan untuk tidak menyetujui permintaan mereka.

Sumber: Indias syro malabar church convenes synod

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi