UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Hindari “logika senjata,” kata Paus Fransiskus

Juni 6, 2024

Hindari “logika senjata,” kata Paus Fransiskus

Paus Fransiskus tiba untuk audiensi dengan para pekerja Italia di Vatikan pada 1 Juni. (Foto: AFP)

 

Paus Fransiskus mendesak umat Keuskupan Roma untuk berdoa bagi para korban perang dan tidak menyerah pada “logika senjata” pada peringatan 80 tahun pembebasan ibu kota Italia itu dari cengkeraman Nazi selama Perang Dunia II.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Uskup Auksilier Roma Mgr. Baldassare Reina  pada 4 Juni, Paus Fransiskus mendesak umat beriman untuk berdoa bagi para korban perang, lapor Vatican News.

“Kenangan atas peristiwa yang begitu penuh makna ini ingin menjadi kesempatan berdoa bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam Perang Dunia II dan merenungkan kembali bencana perang yang luar biasa ini,” kata Paus Fransiskus.

Ini adalah pertama kalinya Keuskupan Roma menyelenggarakan serangkaian perayaan di empat tempat berbeda untuk memperingati peristiwa 4 Juni 1944, ketika Roma dibebaskan dari pendudukan Nazi secara damai.

Pada hari itu, uskup Roma saat itu, Paus Pius XII, dan masyarakat Roma berkumpul di depan ikon Santa Maria Salus Populi Romani (Keselamatan Rakyat Roma) dan mengucapkan sumpah untuk pembebasan kota tersebut.

Pasukan Sekutu membebaskan Roma pada hari yang sama pukul 07:00 malam tanpa perlawanan apa pun dari pasukan Nazi yang meninggalkan kota itu.

Paus Fransiskus juga mengutip konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, Palestina dan Israel, Sudan, dan Myanmar, “di mana senjata masih bergemuruh, dan lebih banyak darah manusia yang terus tertumpahkan.”

Menyebut konflik tersebut sebagai “drama yang menyentuh banyak sekali korban tak berdosa,” Paus Fransiskus mengatakan tangisan teror dan penderitaan para korban “mempertanyakan hati nurani semua orang.”

“Kita tidak bisa dan tidak boleh menyerah pada logika senjata,” tegas Paus Fransiskus.

Paus menyatakan harapannya agar peringatan peristiwa 4 Juni itu akan menghidupkan kembali tujuan Roma untuk menjadi “pembangun perdamaian sejati” di mana pun.

Keuskupan Roma telah menambahkan peringatan St. Maria Salus Populi Romani ke dalam perayaan liturginya pada 4 Juni setiap tahun, lapor Vatican News.

Paus Fransiskus telah melakukan upaya untuk merevitalisasi devosi kepada ikon Bunda Maria dan secara rutin mengunjungi patung tersebut, yang disimpan di Basilika Santa Maria, sebelum dan sesudah perjalanan ke luar negeri, serta pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa pada 8 Desember.

Dia sering membawanya ke Vatikan untuk liturginya, lapor Vatican News.

Baru-baru ini, ikon Bunda Maria terlihat di belakang paus pada Hari Raya Corpus Christi (2 Juni).

Paus Fransiskus mengatakan bahwa ikon Bunda Maria telah “hidup di hati orang-orang Roma”, yang berdoa kepadanya selama epidemi, bencana alam, dan perang.

“Sebelumnya gambar ini mengiringi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan beragama dan sipil di Roma,” tambah paus.

Sumber: Shun logic of weapons pope tells romans

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi