UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

ASIA PEKAN INI: Partainya Modi menangkan masa jabatan ketiga dengan mayoritas tipis

Juni 8, 2024

ASIA PEKAN INI: Partainya Modi menangkan masa jabatan ketiga dengan mayoritas tipis

Para pendukung Perdana Menteri Narendra Modi membawa guntingannya saat merayakan hasil penghitungan suara untuk pemilihan umum India di Varanasi pada 4 Juni. (Foto: AFP)

 

Setiap akhir pekan, UCA News merangkum berita-berita utama terkait Gereja Katolik dari seluruh wilayah di Asia. Berikut adalah berita-berita utama selama pekan ini.

 

INDIA: Partai nasionalis Hindu di India berhasil meraih masa jabatan ketiga

Partai Bhartiya Janta (BJP) yang merupakan partai nasionalis Hindu di India yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi berhasil meraih masa jabatan ketiga berturut-turut dengan perolehan suara mayoritas  dalam pemilu nasional.

Hasil pemilu yang dipublikasikan pada Selasa menunjukkan BJP memenangkan 240 kursi di Lok Sabha (majelis rendah), yang memiliki 543 kursi, kurang 32 kursi untuk mencapai mayoritas absolut.

Namun, Aliansi Demokratik Nasional yang dipimpin BJP memenangkan 293 kursi yang memungkinkannya membentuk pemerintahan koalisi.

Di sisi lain, oposisi Aliansi Pembangunan Nasional India yang disingkat INDIA yang dipimpin oleh Kongres Nasional India meraih 232 kursi. Modi akan bergantung pada mitra aliansinya untuk menjalankan pemerintahan dengan lancar.

Partainya Modi dan sekutunya sebagian besar ditolak oleh pemilih di sejumlah negara bagian  mayoritas Kristen dalam pemilu tersebut.

Di Negara Bagian Manipur yang dilanda konflik, kandidat BJP dikalahkan oleh Kongres dalam dua kursi parlemen. Di Nagaland, itu kandidat Partai Progresif Demokratik Nasional yang bersekutu dengan BJP kalah dari kandidat Kongres lainnya.

Di Meghalaya yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, dua kandidat yang didukung BJP menderita kekalahan yang memalukan. Di Mizoram, partai sekutu BJP kalah dalam pemilu.

 

HONG KONG: Polisi Hong Kong tahan seorang artis terkait dukungannya terhadap Pembantaian Tiananmen

Polisi di Hong Kong menahan seorang artis  karena ia menunjukkan dukungannya kepada publik terhadap Pembantaian Tiananmen 1989 menjelang peringatan 35 tahun pembantaian tersebut pada Selasa.

Sekelompok 30 aparat kepolisian membawa pergi Artis Sanmu Chan saat ia melakukan rangkaian pantomi di Causeway Bay untuk diinterogasi dan membuat garis pembatas untuk memisahkan artis tersebut dari media.

Sanmu Chen memberi isyarat dengan karakter China tahun 8964 di Hong Kong pada 3 Juni yang mengacu pada Pembantaian Tiananmen 1989. (Foto: AFP)

Rezim Komunis China telah mengangkat senjata melawan segala bentuk peringatan pembantaian brutal pada 4 Juni 1989, yang menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya terluka di Lapangan Tiananmen di Beijing.

Kekejaman yang dilakukan oleh militer China menghancurkan protes pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa, yang disebut sebagai salah satu babak terburuk dalam sejarah China.

Partai Komunis China melarang segala macam perayaan peringatan tersebut dan menahan ratusan orang di daratan China dan wilayah lain sehingga memicu kecaman internasional.

 

MYANMAR: Seorang guru dan siswa jadi korban terbaru dari kelompok ekstremis bersenjata

Seorang guru dan seorang siswa menjadi korban terbaru dari kelompok ekstremis bersenjata di kamp pengungsi Rohingya di tenggara Bangladesh tepat di seberang Myanmar yang dilanda perang saudara.

Orang-orang bersenjata membunuh mereka pada Kamis lalu di kamp Kutupalong karena diduga menolak kembali berperang melawan  tentara junta.

Kelompok amal mengatakan setidaknya 1.820 anak pria dan pemuda Rohingya diam-diam ditangkap dari kamp pengungsi di Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir untuk memperjuangkan melawan junta di Rakhine.

Foto yang diambil pada 24 Mei ini menunjukkan pengungsi Rohingya berjalan menyusuri jalan setapak di kamp pengungsi Rohingya di Ukhia di Distrik Cox’s Bazar, tenggara Bangladesh. (Foto: AFP)

PBB melaporkan bahwa militan Rohingya sedang merekrut para pengungsi.

Pengungkapan ini terdengar ironis karena tindakan keras militer yang brutal terhadap kelompok etnis minoritas Muslim menyebabkan ratusan orang tewas, ribuan orang terluka dan memaksa lebih dari 750.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh tahun 2017.

Lembaga pemikir International Crisis Group mengatakan “pembunuhan tragis hanya menyoroti semakin besarnya ancaman yang dihadapi para pengungsi dari kelompok bersenjata Rohingya.”

 

FILIPINA: Gereja Katolik di Filipina salurkan bantuan kepada ribuan orang akibat letusan gunung berapi

Gereja Katolik di Filipina menyalurkan bantuan kepada ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal akibat letusan gunung berapi di Pulau Negros yang padat penduduknya di Filipina tengah pada Senin.

Gunung Kanlaon, gunung berapi aktif, meletus, mengirimkan abu vulkanik panas  setinggi lima kilometer ke langit, berdampak pada sekitar 23.622 penduduk di lima desa di Kota Canlaon.

Uskup San Carlos Mgr. Gerardo Alminaza, yang berada di bawah Canlaon City, mengeluarkan pernyataan yang menjanjikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.

Warga memanen sayur di dekat rumah mereka di kaki gunung berapi Gunung Kanlaon yang tertutup awan tebal di sebuah desa di Kota Canlaon pada 4 Juni, sehari setelah gunung berapi tersebut meletus. (Foto: AFP)

Pemerintah memerintahkan evakuasi wajib, meliburkan siswa dan pekerjaan, dan menutup industri pariwisata di kota tersebut setelah letusan.

Personil tentara dan penyelamat telah dikerahkan dan setidaknya 40.000 paket makanan dari departemen  sosial didistribusikan ke lima desa yang terkena dampak.

Departemen penerbangan sipil telah melaporkan pembatalan lebih dari 60 penerbangan, yang berdampak pada ribuan penumpang.

 

KOREA SELATAN: Para aktivis Korea Selatan kirim 10 balon berisi selebaran anti Kim Jong Un

Para aktivis Korea Selatan telah mengirimkan 10 balon berisi selebaran anti-Kim Jong Un dan musik K-pop ke Korea Utara, sebagai tanggapan atas ratusan balon berisi sampah dari Pyongyang, pada Kamis.

Korea Utara mengatakan serangan balon baru-baru ini – yang membawa kantong sampah seperti puntung rokok dan sampah plastik – adalah pembalasan atas surat yang dikirim oleh para aktivis sebelumnya.

Negara komunis tersebut membatalkan kampanyenya pada Minggu lalu namun telah memperingatkan bahwa kampanye tersebut akan dimulai kembali jika lebih banyak balon datang ke utara.

Foto selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada 2 Juni menunjukkan perwira militer Korea Selatan memeriksa benda tak dikenal yang diyakini sebagai sampah Korea Utara dari balon yang melintasi perbatasan antar-Korea, di sebuah jalan di Seoul. (Foto: AFP)

Korea Selatan menyebut provokasi terbaru Korea Utara itu “tidak rasional” dan “kelas rendah.”

Di Korea Selatan, kampanye propaganda balas dendam dipimpin oleh kelompok pembelot Korea Utara, Pejuang Pembebasan Korea Utara.

Para aktivis mengatakan mereka telah meluncurkan 10 balon ke arah utara yang membawa 200.000 selebaran dan 5.000 USB flash drive yang berisi musik pop Korea dan acara TV, serta ribuan uang kertas satu dolar.

 

INDONESIA: Pemerintah dikecam terkait pemberian izin kepada ormas keagamaan untuk kelola tambang

Para aktivis lingkungan hidup di Indonesia mengecam keras keputusan pemerintah yang memberikan izin kepada organisasi keagamaan untuk mengoperasikan tambang.

Presiden Joko Widodo menandatangani dekrit tersebut pada akhir Mei, yang membuka jalan bagi kelompok agama untuk memberikan konsesi guna “meningkatkan kesejahteraan sosial.”

Pengawas lingkungan hidup terkemuka, Jaringan Advokasi Tambang, mengecam peraturan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjaga dan mengendalikan sumber daya alam demi kepentingan kelompok elit.

Foto udara yang diambil pada 14 Mei 2023 ini memperlihatkan pemandangan umum PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu produsen nikel terbesar di Konawe Utara. (Foto: AFP)

Kelompok tersebut menuduh bahwa langkah Jokowi adalah “transaksi” antara dirinya dan kelompok agama atas dukungan mereka selama dua masa jabatannya.

Indonesia memiliki sumber daya pertambangan yang melimpah dan tersebar di ribuan pulau, dengan nikel sebagai salah satu mineral utamanya.

Negara ini mempunyai cadangan nikel terbesar di dunia, yakni sekitar 21 juta ton, atau mencakup seperlima total cadangan nikel dunia.

 

PAKISTAN: Seorang wanita Kristen Pakistan pertama jadi brigadir tentara

Seorang wanita Kristen Pakistan membuat sejarah setelah dia menjadi anggota komunitas minoritas pertama yang menjadi brigadir tentara di negara mayoritas Muslim tersebut.

Helen Mary Roberts adalah perempuan pertama dari kelompok minoritas yang dipromosikan ke peringkat tersebut dalam 76 tahun terakhir di sebuah negara di mana komunitas Kristen menduduki peringkat terbawah dalam masyarakat dan menjadi pihak yang menerima kekerasan.

Helen Mary Roberts. (Foto: Associated Press Pakistan)

Brigadir Roberts adalah ahli patologi di Korps Medis Angkatan Darat Pakistan selama 26 tahun.

Aktivis hak asasi manusia dan pemimpin minoritas menyambut baik keputusan tersebut, dan mengatakan bahwa hal itu akan menjadi dorongan bagi komunitas Kristen.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan bahwa promosinya menunjukkan bahwa “perempuan Pakistan tidak kalah dengan laki-laki di bidang apa pun.”

Kelompok minoritas telah mengalami diskriminasi dan penganiayaan di tangan kelompok Islam garis keras selama beberapa dekade.

Lusinan orang telah dituduh dan digantung setelah dituduh melakukan penistaan agama. Seorang Kristen lanjut usia, Nazir Masih, yang diserang oleh massa Muslim pada bulan Mei, meninggal karena luka-lukanya pada hari Senin.

 

SRI LANKA: Warga Sri Lanka berikan penghormatan kepada  imam aktivis HAM

Warga Sri Lanka memberikan penghormatan kepada Pastor Reid Shelton Fernando, seorang aktivis hak asasi manusia terkenal selama perang saudara yang sengit dan pendukung keadilan sosial.

Fernando meninggal di fasilitas pensiun di ibu kota negara, Kolombo, Sabtu lalu pada usia 80 tahun. Ia dimakamkan di pemakaman Gereja St. Charles Borromeus, di pinggiran Kolombo pada  Senin.

Pastor Reid Shelton Fernando. (Foto: Disediakan)

Fernando dikenal karena memperluas panggilannya melampaui tugas rutinnya di Gereja untuk membantu mendukung orang-orang dari semua lapisan masyarakat.

Dia adalah anggota Kongres Agama dan Yayasan Perdamaian Antar Agama. Ia mengadvokasi keadilan bagi para korban perang termasuk orang-orang yang terbunuh dalam eksekusi di luar hukum dan menjadi korban penghilangan paksa.

Imam itu juga menyusun kamus teologi dalam Bahasa Sinhala, bahasa paling populer di Sri Lanka, untuk mempopulerkan teologi di kalangan mahasiswa awam setempat.

Ia juga sempat menjadi kepala  biro UCA News di Sri Lanka antara tahun 2003 dan 2005.

 

KAMBOJA: Nelayan Kamboja bersiap menghadapi masa sulit akibat kemarau

para nelayan Kamboja bersiap menghadapi masa-masa sulit karena musim kemarau yang kembali mencatat rekor, yang dirusak oleh panas terik dan rendahnya stok ikan yang telah menjadi hal biasa selama lima tahun terakhir di tengah perubahan iklim, bendungan, dan meningkatnya persaingan di sepanjang Sungai Mekong.

Masyarakat nelayan mengatakan tahun ini adalah tahun terburuk sepanjang sejarah dengan rendahnya permukaan air di Sungai Mekong dan Tonle Sap, tempat mereka bertemu di Phnom Penh.

Sao Mas, seorang nelayan perempuan berusia 64 tahun yang mata pencahariannya bergantung pada Sungai Mekong, memamerkan hasil tangkapannya dan mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini lebih sulit dibandingkan tahun lalu karena kurangnya curah hujan: (Foto: Vicheka Kol)

Hal ini telah memaksa banyak orang untuk pindah ke hulu sungai terbesar di Asia Tenggara, yang airnya lebih dalam dan ikannya lebih banyak.

Beberapa nelayan mengatakan bahwa mereka hanya dapat memperoleh penghasilan sekitar 25 dolar AS dari penangkapan ikan setiap hari, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka karena melonjaknya harga bahan bakar dan pengeluaran lainnya.

Sumber: Indias PM modi wins third term with narrow majority

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi