UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus: Sinodalitas harus jadi ‘cara bertindak permanen dalam Gereja’

Juni 17, 2024

Paus: Sinodalitas harus jadi ‘cara bertindak permanen dalam Gereja’

Paus Fransiskus berbicara kepada para peserta. (Foto: Vatican News)

 

Paus Fransiskus mengatakan dia berharap semangat keterbukaan dan dialog yang terkandung dalam sinodalitas permanen menjadi norma bagi Gereja Katolik setelah Sinode Para Uskup  berakhir.

Paus mengatakan kepada para moderator gerakan-gerakan Gereja pada 13 Juni bahwa harapannya adalah agar “sinodalitas tetap menjadi cara bertindak permanen dalam Gereja di semua tingkatan, masuk ke dalam hati semua imam dan umat beriman hingga menjadi gaya gerejawi bersama.”

“Hal yang paling penting dari sinode tentang sinodalitas ini bukanlah berurusan dengan masalah ini atau itu,” kata paus. “Yang terpenting adalah perjalanan paroki, keuskupan dan Gereja Universal dalam sinodalitas.”

Pada Maret, Paus Fransiskus memutuskan bahwa isu-isu yang diangkat pada pertemuan pertama Sinode Para Uskup, termasuk peran perempuan dalam Gereja dan pedoman pembinaan para imam, akan dikaji oleh 10 kelompok studi dan dikesampingkan dari pembicaraan utama di sidang sinode berikutnya.

Kelompok-kelompok tersebut dijadwalkan menyajikan laporan awal pada sidang kedua sinode pada Oktober dan memberikan laporan akhir kepada paus tentang pekerjaan mereka pada Juni 2025.

Sekitar 200 peserta dalam sebuah konferensi moderator asosiasi umat beriman, gerakan-gerakan gerejawi dan gerakan-gerakan baru bertemu dengan Paus Fransiskus sebagai bagian dari pertemuan tahunan di Vatikan yang diselenggarakan oleh Dikasteri Awam, Keluarga dan Kehidupan.

Tema sinode tahun ini adalah “Tantangan Sinodalitas bagi Misi”.

Pertemuan itu “bertujuan menyoroti beberapa contoh struktur dan praktik sinode yang telah diterapkan dalam asosiasi dan gerakan yang dapat menjadi contoh dan stimulus bagi seluruh Gereja,” kata sebuah pernyataan dari dikasteri tersebut.

“Berbagi pengalaman iman dalam kelompok kecil atau komunitas-komunitas basis, kearifan komunitas, tanggung jawab bersama antara umat awam dan imam tertahbis dalam menjalankan peran pemerintahan, keterlibatan pasangan suami-istri dan kaum muda dalam evangelisasi, kegiatan amal dan sosial.”

Paus Fransiskus mengatakan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap orang lain dan ide-ide adalah “kebajikan sinode,” dan ia mengatakan kepada para peserta bahwa gerakan gerejawi bertujuan melayani Gereja dan tidak dipandang sebagai “hal yang lebih unggul” di dalam Gereja.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa merupakan godaan bagi anggota Gereja untuk tetap berada dalam “lingkaran tertutup”, untuk “meyakinkan bahwa apa yang kita lakukan adalah baik bagi semua orang, untuk mempertahankannya, mungkin tanpa menyadari posisi, hak prerogatif, atau prestise ‘kelompok’.”

Namun sinodalitas meminta umat Kristiani untuk melihat kehadiran Tuhan bekerja “bahkan pada orang-orang yang tidak kita kenal, dengan cara pastoral yang baru,” katanya.

“Membiarkan diri kita terpukul, bahkan terluka, oleh suara, pengalaman dan penderitaan orang lain dari saudara-saudari umat seiman dan dari semua orang yang dekat dengan kita.”

Paus Fransiskus meminta para pemimpin gerakan untuk mengingat bahwa sinodalitas melibatkan pemikiran tentang apa yang Tuhan inginkan dari individu dan Gereja, sehingga persyaratan mutlaknya adalah untuk tidak “menganggap begitu saja bahwa kita selaras dengan Tuhan” melainkan “mengubah diri kita sendiri untuk berpikir sesuai dengan Tuhan.”

“Mari kita ingat bahwa pelaku utama perjalanan sinode ini adalah Roh Kudus, bukan kita,” kata paus.

“Dia sendiri yang mengajarkan kita mendengarkan suara Tuhan, secara individu dan sebagai Gereja.”

Sumber: Pope synodality should be permanent way

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi