UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemimpin Gereja di India optimistis dengan pertemuan Modi-Paus Fransiskus

Juni 17, 2024

Pemimpin Gereja di India optimistis dengan pertemuan Modi-Paus Fransiskus

Paus Fransiskus bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi dalam audiensi pribadi pada 30 Oktober 2021, di Vatikan. (Foto: AFP)

 

Para pemimpin Gereja di India optimis mengenai jadwal pertemuan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Paus Fransiskus di sela-sela KTT G-7 di Italia, dengan mengatakan pertemuan tersebut dapat meningkatkan peluang kunjungan paus ke negara dengan penduduk terpadat di dunia itu.

“Pertemuan ini akan membantu mempercepat kunjungan paus ke India yang  telah lama 
  dinantikan,” kata Uskup Agung Faridabad Mgr. Kuriakose Bharanikulangara, yang berada di New Delhi.

Uskup Agung Bharanikulangara mengatakan pertemuan itu akan berdampak positif pada “hubungan antara India dan Takhta Suci.”

KTT tiga hari negara-negara industri G-7 – Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat – saat ini sedang berlangsung di Apulia, Italia.

Menurut Vatican News, Paus Fransiskus akan menghadiri pertemuan puncak tersebut dan mengadakan diskusi bilateral dengan beberapa pemimpin global.

Paus Fransiskus akan menjadi paus pertama yang menghadiri KTT G-7.

Dia dijadwalkan akan berpidato dalam pertemuan tersebut dan mengadakan pertemuan tatap muka dengan para pemimpin dari berbagai negara, termasuk perwakilan negara berkembang seperti Aljazair, Brasil, India, Kenya, dan Turki.

“Pertemuan mereka lebih bersifat silaturahmi, tapi berdampak positif,” kata Uskup Agung Bharanikulangara.

Uskup agung tersebut mengatakan kepada UCA News pada 14 Juni bahwa kedua pemimpin akan menghidupkan kembali ikatan pribadi yang mereka bangun selama kunjungan Modi ke Vatikan tahun 2021.

Pada Oktober 2021, Modi mengunjungi paus di Vatikan dan mengundangnya mengunjungi India.

Paus Fransiskus mengunjungi Bangladesh tahun 2017 setelah perjalanannya ke negara tetangganya Myanmar.

Namun, India tidak masuk dalam rencana perjalanan tersebut, meskipun negara tersebut memiliki sekitar 28 juta umat Kristen, yang merupakan 2,3 persen dari populasi negara tersebut, yang berjumlah lebih dari 1,4 miliar orang.

Partai Bharatiya Janata (BJP) pro-Hindu dan kelompok Hindu yang mendukung Modi dianggap menentang pekerjaan misionaris di India.

Para pengamat mengatakan para pemimpin politik Hindu tidak ingin para pendukungnya melihat mereka berjabat tangan dengan paus, yang dipandang sebagai kepala jaringan misionaris Katolik.

Sebelas negara bagian di India, sebagian besar diperintah oleh BJP, telah memberlakukan undang-undang anti-konversi, yang terutama menargetkan kegiatan misionaris Kristen.

Selama sepuluh tahun pemerintahan Modi, para pemimpin Kristen telah mencatat ratusan insiden kekerasan berskala besar.

Pertemuan Paus-Modi di Italia merupakan “isyarat yang luar biasa,” kata Pastor Robinson Rodrigues, juru bicara Konferensi Waligereja India (CBCI).

“Kami berharap Vatikan dan Gereja India akan mempercepat proses kunjungan Paus ke India. Kunjungan paus ke India adalah “suatu kebanggaan” bagi umat Kristen di India,”kata imam itu.

Daniel John, seorang pemimpin awam Katolik yang tinggal di Negara Bagian Madhya Pradesh di India tengah, mengatakan pertemuan kedua pemimpin tersebut “akan membantu membuka jalan bagi kunjungan awal Paus ke India.”

“Umat Kristen, khususnya Katolik, telah menantikan kunjungan Paus ke India,” kata John kepada UCA News pada 14 Juni.

Sumber: Indian church leaders upbeat about modi-francis

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi