UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sidang Jimmy Lai di Hong Kong adalah sebuah ‘kepalsuan’, kata penulis biografi

Juni 17, 2024

Sidang Jimmy Lai di Hong Kong adalah sebuah ‘kepalsuan’, kata penulis biografi

Taipan media pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai (tengah) digiring ke dalam mobil polisi saat ia menuju ke pengadilan untuk didakwa berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di wilayah tersebut pada 12 Desember 2020. (Foto: AFP)

 

Seorang aktivis dan penulis biografi taipan media yang dipenjara, Jimmy Lai, menuduh pemerintah Hong Kong mengadakan sebuah “pengadilan palsu,” yang akan “menekan” pria berusia 79 tahun itu karena iman Katoliknya, kata sebuah laporan.

Mark Clifford, ketua Komite Kebebasan Hong Kong mengatakan dalam sebuah wawancara dengan EWTN News Nightly bahwa Lai tidak bisa mendapatkan pengadilan yang adil di Hong Kong, lapor Catholic News Agency (CNA) pada 12 Juni.

“Tidak, dia tidak bisa mendapatkan pengadilan yang adil,” kata Clifford yang merupakan penulis biografi Lai, seraya menambahkan bahwa “adalah lelucon bagi dunia untuk berpikir sebaliknya.”

“Tetapi kediktatoran suka memainkan permainan ini. Mereka suka berpura-pura bahwa mereka melakukan segalanya secara legal, padahal kenyataannya, mereka hanya berusaha membungkam kritik yang sangat kuat dan tidak efektif terhadap rezim otoriter mereka,” tuding Clifford.

Lai, pendiri Apple Daily, yang sekarang sudah tidak ada lagi, telah didakwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong dan Undang-Undang Perlindungan Keamanan Nasional dan telah dipenjara sejak tahun 2020.

Pada 11 Juni, jaksa penuntut Hong Kong menutup argumen mereka mengenai kasus Jimmy Lai setelah 90 hari persidangan yang diawasi dengan ketat, lapor Hong Kong Free Press (HKFP).

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada Juli tahun ini ketika pengacaranya memulai argumen mereka menentang dakwaan yang diajukan terhadap Lai.

“Persidangan terakhir ini merupakan salah satu dakwaan palsu,” tuduh Clifford.

Tuduhan terhadap Lai “hanya membuktikan bahwa dia percaya pada non-kekerasan, dan dia ingin menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk membela demokrasi dan kebebasan,” kata Clifford.

Dia menjelaskan kekuatan Lai untuk bertahan melawan Presiden China Xi Jinping adalah karena iman Katoliknya.

Lai berpindah agama menjadi Katolik tahun 1997, satu minggu setelah penyerahan Hong Kong, yang telah menjadi koloni Inggris selama 156 tahun, lapor CNA mengutip Clifford.

Rasa keadilan dan di atas segalanya, supremasi hukum memungkinkan Jimmy Lai menjadi pengusaha sukses dan kaya, kata Clifford.

Ia menambahkan pernikahan Lai dengan istrinya, Theresa, tahun 1991 telah memengaruhi keputusannya untuk menjadi seorang Katolik, dan “dukungan teguh serta iman Lai lah yang membuatnya tetap kuat.”

Clifford juga menjelaskan Lai telah menyewa pengacara terbaik yang bisa dia hadirkan di pengadilan untuk kasusnya.

Namun, pihak berwenang Hong Kong, dengan bantuan dari Beijing, “menulis ulang peraturan sehingga dia tidak bisa mendapatkan pengacara asing pilihannya,” kata Clifford.

Tim Owen, seorang pengacara Inggris, dan pembela hak asasi manusia adalah pilihan Lai sebagai wakilnya di pengadilan Hong Kong. Pemerintah Hong Kong telah melarang dia bergabung dengan tim hukum Lai.

Marc Corlett, seorang pengacara yang berbasis di Selandia Baru telah bergabung dengan tim hukum Lai sebagai pengganti Owen setelah pemerintah menganggapnya dapat diterima.

Sumber: Hong Kongs Jimmy Lai trial a sham, says biographer

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi