UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Presiden SBY dikecam karena dinilai lemah merespon kasus Syiah

02/07/2013

Presiden SBY dikecam karena dinilai lemah merespon kasus Syiah thumbnail

 

Human Rights Watch (HRW), lembaga HAM yang berbasis di New York, AS mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait ketidaktegasanya dalam menangani  persoalan yang menimpa ratusan kaum Syiah di Sampang, Jawa Timur, yang dipaksa pindah oleh pemerintah setempat setelah terlibat konflik dengan kaum Sunni tahun lalu, meski sebenarnya mereka ingin kembali ke kampung mereka.

“Presiden Yudhoyono seharusnya jauh lebih tegas dalam melindungi minoritas-minoritas agama, mulai dengan menetapkan kebijakan toleransi nol terhadap kekerasan sektarian dan intimidasi di Indonesia”, kata Brad Adams, Direktur HRW untuk Asia dalam pernyataan tertulis, Senin (1/7).

HRW menilai Presiden SBY seharusnya bisa memerintahkan pemerintah daerah untuk melindungi kelompok-kelompok minoritas agama yang diancam oleh kelompok militan dan menegakkan perintah itu dengan memecat pejabat-pejabat yang gagal melaksanakannya.

“Membiarkan pemerintah lokal untuk bertindak sebagai agen-agen de facto dari kelompok ekstremis agama memberikan pesan berbahaya dan mengacaukan bahwa komunitas mayoritas dapat melakukan apa saja untuk melawan minoritas agama,” ujar Adams.

Pernyataan tersebut merupakan reaksi atas relokasi warga Syiah dari kampung halaman mereka di Sampang. Pada Agustus 2012 lalu mereka diungsikan ke sebuah gedung olahraga (GOR), setelah diserang oleh lebih dari 1.000 warga aliran Sunni dan membakar puluhan rumah anggota jemaat Syiah, di mana satu warga tewas dan 10 orang luka-luka.

Pada 20 Juni lalu, 169  warga yang sudah hampir 10 bulan menetap di GOR itu dipaksa pindah ke Sidoarjo, sekitar 100 km dari Sampang dan ditempatkan di sebuah rumah susun. Meski warga Syiah menolak dan menuntut untuk pulang ke kampung halaman mereka, namun pimpinan mereka Ustda Iklil Al Milal dilaporkan dipaksa menandatangani surat persetujuan pindah oleh pemerintah setempat.

Adams menilai, Presiden SBY dan pemerintahannya telah terlalu lama mentolerir kekerasan sektarian dan pemerintah pusat seringkali menyalahkan pemerintah daerah.

“Padahal tanggung jawab utama dalam mengatasi ekstremisme agama ada di Jakarta,” ujar Adams, sambil menambahkan, pemerintah seharusnya “menghukum mereka yang bertindak dengan kekerasan dan intimidasi.”

Relokasi paksa pada 20 Juni lalu itu dilakukan ketika 10 orang warga Syiah sedang di Jakarta setelah bersepeda selama 15 hari dari Surabaya dan berharap bisa bertemu SBY untuk membicarakan nasib mereka. Namun upaya mereka belum berhasil sampai saat ini.

Pada Senin (1/7) kemarin, mereka sudah bertemu dengan Albert Hasibuan, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan HAM untuk memintanya agar melobi Presiden SBY menyediakan waktu bertemu mereka.

Hasibuan memang mengatakan, kebijakan yang dilakukan Pemda Sampang yang merelokasi secara paksa warga Syiah ke Sidoarjo, justru tidak menyelesaikan masalah.

“Kebijakan tersebut bukan penjabaran dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar menjaga kerukunan beragama dan toleransi,” tegasnya.

Namun, Pujatin, 40, salah satu pesepeda mengatakan kepada ucanews.com setelah pertemuan tersebut, yang mereka inginkan adalah bisa segera bertemu langsung Presiden SBY, bukan hanya mendengar janji-janji dan kata-kata indah, namun tanpa tindakan yang jelas dari pemerintah.

“Buktikan kalau memang Bapak Presiden peduli sama kami, ia harus  menyediakan waktu bertemu kami”, katanya.

Ia menambahkan, mereka akan terus berdiri di depan istana presiden di Jakarta setiap hari sampai nanti Presiden SBY mau menemui mereka.

Ryan Dagur, Jakarta

Sumber: Yudhoyono urged to let Shia refugees go home

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Diajak Doa Bapa Kami oleh saksi, terpidana mati menangis
  2. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  3. Tak terekam, perempuan Poso redamkan konflik Islam-Kristen
  4. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  5. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  6. Pendidikan anak wilayah pesisir memprihatinkan
  7. Ketika perkebunan teh diperluas, warga suku khawatir akan masa depan mereka
  8. Pastor membawa altar ke sawah dan kandang
  9. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  10. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  1. Kardinal Tagle: Asia adalah tantangan unik untuk menyebarkan iman Katolik
  2. Para uskup Filipina serukan reformasi hukum pertanahan
  3. Pendeta Kanada hilang di Korea Utara
  4. Ketika perkebunan teh diperluas, warga suku khawatir akan masa depan mereka
  5. Diajak Doa Bapa Kami oleh saksi, terpidana mati menangis
  6. Kardinal Quevedo jadi utusan Paus untuk perayaan 150 tahun penemuan orang Katolik di Jepang
  7. Hadapi defisit, Paus Fransiskus minta para pastor belajar manajemen
  8. Kamboja mendeportasi 36 warga Kristen Montagnard ke Vietnam
  9. Pendidikan anak wilayah pesisir memprihatinkan
  10. Di hadapan aktivis lintas iman, mantan pentolan FPI paparkan kisahnya
  1. Tokoh tokoh yang netral, mendamaikan, mendinginkan suasana, kita butuhkan... sek...
    Said on 2015-02-27 11:43:00
  2. Ya memang tidak mudah mempunyai jabatan dimana harus memimpin banyak golongan di...
    Said on 2015-02-27 11:27:00
  3. semangat pelayanan yang luar biasa, Tuhan memberkati karya Romo...
    Said maria warwanto on 2015-02-26 05:34:00
  4. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  5. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  6. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  7. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  8. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  9. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  10. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
UCAN India Books Online