UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan akan segera memutuskan nasib Uskup Ruteng

Juli 4, 2017

Vatikan akan segera memutuskan nasib Uskup Ruteng

Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng

Seorang pejabat gereja yang dekat dengan Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta mengatakan bahwa Vatikan akan membuat keputusan terkait polemik di Keuskupan Ruteng sesegera mungkin, diperkirakan setelah mengadakan pertemuan dengan Uskup Hubertus Leteng yang dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 7 Juli mendatang.

Hal itu disampaikan menyusul serangkaian gerakan mendesak Uskup Leteng untuk mundur. Terbaru adalah bergabungnya tokoh awam Katolik di Keuskupan Ruteng. Mereka menuntut uskup Ruteng yang diduga menyalahgunakan lebih dari 1,6 miliar rupiah (atau sekitar $ 100.000) dana gereja dan berselingkuh dengan seorang wanita- untuk segera mengundurkan diri

Dalam sebuah pernyataan 1 Juli yang ditandatangani oleh 30 orang, mereka mengatakan pengunduran diri adalah tindakan terbaik bagi Uskup Hubertus Leteng karena dia telah gagal menjalankan tugasnya.

“Uskup adalah gembala, wakil Kristus, pemimpin spiritual, model untuk menjalani nilai Injil. Karena sikap dan tingkah lakunya melanggar sifat dan identitas seorang uskup, kami mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatannya,” kata mereka.

Menurut mereka, jika Uskup Leteng menolak untuk mengundurkan diri, Tahta Suci harus memecatnya.

Mereka mengklaim tuntutan mereka didasarkan pada pertimbangan bahwa isu ini sudah “sangat mengganggu” Gereja Katolik.

Uskup Leteng menghadapi perlawanan terbuka di keuskupannya setelah 69 imam mengundurkan diri dari berbagai jabatan mereka seperti vikar episkopal dan pastor paroki pada 12 Juni dan menuntut agar dia benar-benar mengubah cara memimpin keuskupan tersebut.

Para imam menuduh Uskup Leteng diam-diam meminjam 1,25 milliar (sekitar $ 94.000) dari common fund di Konferensi Waligereja Indonesia di Jakarta dan 400 juta rupiah (sekitar $ 30.000) dari kas keuskupan tahun lalu tanpa memberikan laporan pertanggungjawaban.

Dalam sebuah pertemuan, dia mengatakan kepada imam bahwa uang itu digunakan untuk membiayai pendidikan seorang pemuda dari keluarga miskin yang sedang belajar menjadi pilot di Amerika Serikat.

Onesimus Jaman, seorang tokoh awam Katolik di Keuskupan Ruteng, adalah salah satu inisiator yang mendesak pengunduran diri Uskup Hubertus Leteng.

 

Ketika para imam meminta rincian, uskup tersebut mengatakan kepada mereka bahwa itu bukan urusan mereka, kata seorang sumber.

Para imam menduga uang itu dikirim ke seorang wanita yang mereka percaya memiliki ‘affair’ dengan uskup. Perselingkuhan tersebut muncul pada tahun 2014 setelah seorang imam yang memilih untuk meninggalkan imamat mengungkapkan dugaan tersebut kepada publik.

Para imam juga membawa masalah ini ke Vatikan, setelah perwakilan mereka pada tanggal 16 Juni bertemu dengan Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi, nuncio di Jakarta.

Uskup Leteng tidak menanggapi permintaan ucanews.com untuk memberikan komentar.

Umat Katolik awam mengatakan bahwa tuntutan mereka agar uskup mengundurkan diri lahir dari kecintaan kepada Gereja Katolik.

“Kami tidak ingin masalah ini terus berlanjut dan menimbulkan masalah yang lebih besar yang dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan pada Gereja Katolik oleh orang-orang di keuskupan dan keuskupan lainnya di seluruh dunia,” kata mereka.

Niko Martin, seorang awam mengatakan umat memiliki tanggung jawab untuk mendorong pembaharuan di gereja.

“Jika kita diam saja, kita menjadi seperti orang yang membiarkan kejahatan berkembang,” katanya.

 

Baca juga: Indonesian lay Catholics join priests in demanding their bishop resigns

15 responses to “Vatikan akan segera memutuskan nasib Uskup Ruteng”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    kita mengharapkan jalan keluar secepatnya dilakukan takhta suci.

  2. Catur S. Servasius says:

    Semoga masalahnya cepat selesai. dan membawa kesejukan utk semua.

  3. Matheus Krivo says:

    Mari kita berdoa untuk masalah ini agar yang keputusan yang terbaik bagi Gereja Keuskupan Ruteng. Di ujung keputusan juga harus ada saling memaafkan satu sama lain agar Gereja tetap menampakan kemurahan dan belaskasih bagi semua

  4. ahryandus says:

    Mantap,Pengunduran diri adlh jalan tbaik.tlebih situasi d kita ini sedang panas. Mhindari dan atau berjaga jaga agar tdk tjadi tukar guling cerita. Tbukti dan atau tidak,klo mnyangkut wanita, umum ‘menganggap’ hal tsb sudah dan atau sedang berlangsung smp detik ini. Walau pun pd kenyataan nya hanya Tuhan yang tau.

  5. Tarcisius TOCarm says:

    Semoga Tahta suci secepatnya memberi keputusan terbaik, seingga tidak terjadi kebingungan dikalangan Umat. Mari kita dukung dalam doa2.

  6. Agus Thuru says:

    Kasihan Uskup HUbert. Namun kalau benar, sebaiknya mundur, atau ambil jalan terbaik, pindah ke luar negeri, seperti yang dilakukan oleh Mgr. Gabriel Manek SVD tempo dulu.

  7. Agustina says:

    Pindah ke luar negri bukanlah jalan yerbaik. Jika memang dia berselingkuh dgn seorang wanita, maka harus dipertanggungjawabkan jawabkan, mereka sendiri sdh bersumpah utk memilih hidup selibat sepanjang hidup mereka dihadapan Allah, bukan Allah yg meminta mereka utk beraumpah, jika benar, sebaiknya mundur saja dan kembalikan dana yg sdh dipakai utk kepentingan diri sendiri.

  8. Agustina says:

    Pindah ke luar negri bukanlah jalan terbaik. Jika memang dia berselingkuh dgn seorang wanita, maka harus dipertanggungjawabkan, mereka sendiri sdh bersumpah utk memilih hidup selibat sepanjang hidup mereka dihadapan Allah, bukan Allah yg meminta mereka utk bersumpah, jika benar, sebaiknya mundur saja dan kembalikan dana yg sdh dipakai utk kepentingan diri sendiri.

  9. Indra Sanusi says:

    Apakah Uskup tidak bisa di Audit oleh Akuntan Publik Indenpenden ?

  10. adhi heno says:

    Klw anda sendiri beemasalah jgn sembarang menebar isu.karana saya sangat percaya uskup Hubert adalah is the best.mkin anda iri karana dia mulia n bijak.saya umatnya merasa sedih dgn cara menyebarkan isu yg tdk ada dasar nyata.klw mmg lho gila,gila saja sendiri.jgn memprovokasi umat.you now.

  11. adhi heno says:

    Dan bagi kita umat katolik jgn termakan isu yg tdk mkin benar.kita hrs instrospeksi diri.jgn mau diadudomba spt yg lain.ingat hukum cinta kasih.

  12. aloysius says:

    Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melalui pemilihan oleh rakyat. Uskup adalah bagian dari hirarkhi yang ditunjuk dan dipilih langsung oleh Paus sebagai pimpinan hirarkhi tertinggi. Dan itu semua berlangsung tanpa sedikitpun ada suasana hingar bingar, kampanye hitam, atau saling hujat seperti pilkada di Indonesia. Proses kemunculan dan keterpilihan seorang uskup pasti dalam suasana doa, sunyi, kehati-hatian, rendah hati. Dan ingat itu semua berada dalam wilayah dan otoritas hirarkhi. SOP nya memang begitu adanya. Jadi kalau ada apa-apa ya kembalikan saja pada SOP yang memang sudah baku itu.

  13. angela rianti says:

    Hal yang terbaik adalah berani mengakui kesalahan
    bersedia mundur dari jabatan
    sehingga tidak merusak dan mencemari gereja dan umat untuk dapat dekat dengan atau menuju jalan Tuhan dengan baik dan benar.
    Masalah perempuan dan uang, masih terjadi pada imam2, tapi belum tersingkap secara benderang, karena perkronian

  14. Melyana says:

    Maknailah sebuah problem dgn bijaksana. Mari kita mohon pertolongan Roh Kudus untuk perjalanan Gereja kita dan terutama kita berdoa untuk para pemimpin Gereja

  15. Aldhi Madu says:

    Uskup huber sbnarnya memberi pelayanan dan motivasi yg baik kepada umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi