Januari 2013, terjadi lebih dari 100 bencana, 126 orang tewas

04/02/2013

Januari 2013, terjadi lebih dari 100 bencana, 126 orang tewas thumbnail

 

Selama Januari 2013, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 119 kejadian bencana terjadi di Indonesia.

Dari 119 kejadian bencana menyebabkan 126 orang meninggal, 113.747 orang menderita dan mengungsi, 940 rumah rusak berat, 2.717 rumah rusak sedang, 10.945 rumah rusak ringan, demikian dikatakan  Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya, Minggu (3/2).

Sutopo mengungkapkan, sekitar 96 persen kejadian bencana masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan gelombang pasang.

“Selama Januari 2013, terjadi 36 banjir yang menyebabkan 61 orang meninggal dan 110.129 orang mengungsi,” kata Sutopo.

Menurutnya, banjir di Jakarta yang terjadi selama 15-27 Januari tahun ini menyebabkan 41 orang meninggal, dan pengungsi mencapai 45.000, selain itu tanah longsor terjadi 25 kali menyebabkan 40 orang meninggal.

“Sedangkan puting beliung, terjadi 42 kali kejadian dan menyebabkan 3 orang meninggal, 616 rumah rusak berat, 2.626 rumah rusak sedang, 2.145 rumah rusak ringan,” tambahnya.

Untuk mengatasi bencana tersebut, BNPB telah melakukan penanggulangan bencana baik kesiapsiagaan maupun penanganan tanggap darurat. Untuk siaga darurat dan tanggap darurat banjir dan longsor sejak akhir Desember 2012 hingga sekarang, BNPB telah mendistribusikan dana siap pakai sekitar Rp 180 milyar ke berbagai daerah di Indonesia yang terkena bencana.

“Sebelumnya telah dilakukan penyusunan renncana kontinjensi banjir dan longsor di tingkat nasional. Selain itu dilakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan BPBD, sosialisasi, gladi dan sebagainya,” ujar Sutopo.

Ancaman bencana hidrometeorologi diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Maret 2013 nanti. Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kesiapsaiagaannya.

 

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online