Romo Magnis dapat penghargaan internasional

25/11/2016

Romo Magnis dapat penghargaan internasional thumbnail

Romo Franz Magnis-Suseno SJ. (Foto: Ryan Dagur)

 

Romo Franz Magnis-Suseno SJ mendapat penghargaan Matteo Ricci Award atas perannya dalam memajukan dialog antarumat beragama di Indonesia.

Penghargaan itu yang diberikan oleh Universitas Sacro Cuore ia terima di Milan pada Senin, 21 November lalu.

Matteo Ricci Award adalah penghargaan yang terinspirasi oleh jasa Pastor Matteo Ricci (1552-1610), seorang misionaris sekaligus ilmuwan matematika dan astronomi Katolik dari Italia serta dikenal sebagai sosok yang berkomitmen memperjuangkan perdamaian.

Menurut Rektor Universitas Sacro Cuore, Franco Anelli, Romo Magnis adalah tokoh dengan kontribusi besar bagi dialog antarkeyakinan, baik dalam bidang sains dan akademik maupun diskusi publik.

Ia juga dinilai telah berdedikasi tanpa lelah dalam advokasi terhadap toleransi beragama di Indonesia, negara yang diakui mampu mengelola perbedaan dan pluralisme dalam masyarakatnya, dimana Pancasila hadir sebagai falsafah dasar bangsa.

Romo Magnis dikenal sebagai Profesor Emeritus di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, di mana ia pernah menjadi rektor di kampus itu pada 1988-1998.

Imam ini lahir di Jerman dan datang ke Indonesia tahun 1961. Tahun 1977, ia mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia.

Hingga kini ia menulis 39 buku dan 600 artikel, dengan fokus pada tema-tema etika, filsafat politik dan filsafat ketuhanan.

Ia aktif terlibat dalam dialog antaragama dan seringkali menjadi anggota delegasi resmi pemerintah Indonesia dalam acara dialog di negara lain.

Menanggapi penghargaan itu, Romo Magnis mengatakan kepada ucanew.com, ini menjadi kekuatan untuk tetap berkomitmen memberi kontribusi bagi Indonesia di usianya yang kini sudah 80 tahun.

Keterlibatannya dalam urusan dialog dengan agama lain dan perjuangan terhadap sejumlah persoalan kemanusiaan, ia anggap sebagai implementasi tugasnya sebagai imam, yang adalah saksi Injil Yesus Kristus yang membebaskan dan menyembuhkan.”

“Kesadaran bahwa setiap orang dikaruniai oleh Tuhan suatu martabat luhur – yang dihormati dengan dihormatinya hak-haknya sebagai manusia dan khususnya haknya untuk beriman sesuai dengan perintah suara hatinya, termasuk hakekat warta gembira Injil,” katanya.

Ia juga menyatakan keperihatinan terkait situasi terkini di Indonesia, di mana masih ada aksi-aksi kekerasan atas nama agama hingga dalam bentuk serangan bom.

Ia mengatakan hal itu terjadi karena kesediaan untuk menghormati identitas masing-masing warga negara, yang adalah inti konsensus Pancasila – masih kurang.

“Masing-masing orang mau memaksakan kehendak. Itu sebenarnya suatu penghujatan karena hanya Allah yang mampu dan berhak menghakimi hati seseorang,” katanya.

Ia menjelaskan, dirinya menginginkan kondisi Indonesia yang mewujudkan cita-cita Pancasila, di mana setiap orang saling menghormati identitas masing-masing, menolak kekerasan dan bersedia bersama-bersama membangun kehidupan bangsa, dengan mewujudkan demokrasi dan solidaritas seluruh rakyat.

Achmad Nurcholish, seorang intelektual Muslim mengatakan, Romo Magnis sangat layak mendapatkan penghargaan tersebut.

“Kiprahnya bagi kemanusiaan memamg sangat nyata, terutama melalui tulisan-tulisannya yang memperkaya perspektif,” katanya.

“Dalam isu-isu kontemporer, ia juga kerap melontarkan kritik sosial, khususnya terkait radikalisasi agama dan intoleransi,” katanya.

Menurut Nurcholish, Magnis hendak mengembalikan fungsi agama sebagai sumber nilai luhur yang membuat penganutnya bisa selalu mengasihi sesama, tanpa melihat latar belakang suku maupun agama.

“Hidupnya juga sangat sederhana, rendah hati dan selalu terbuka bagi siapa saja,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Palti Panjaitan, ketua Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (Sobat KBB) menyebut Romo Magnis sebagai sosok yang melampaui sekat-sekat identitas.

“Ia tidak berpikir dan bertindak sektarian. Ia sosok yang sudah diterima semua orang karena ia berjuang untuk kepentingan semua,” katanya.

Ia juga menyebutnya sebagai “filsuf yang kritis dan memberi pencerahan.”

Ryan Dagur, Jakarta

 

One Comment on "Romo Magnis dapat penghargaan internasional"

  1. Romo Magnis dapat penghargaan internasional - Paroki Kutoarjo on Sun, 27th Nov 2016 1:09 pm 

    […] Sumber : ucanews […]




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online